ku lihat dari matanya, air mata bahagia
seketika ibunya tertawa
ketika ku lihat dari matanya, air mata derita
seketika ibunya tiada
ku lihat dia mencoba tertawa
walaupun dalam hati menangis
ku lihat dia menganggap semua tak terjadi
tapi ku tau saat rembulan dia meratapi
ku ingin membantu
tapi tak tau harus berbuat
Rabu, 11 Mei 2011
Selasa, 03 Mei 2011
Jalan Buntu Vs Tangga Darurat
Stelah gw menemukan jalan buntu yg dibentengi tembok yang tinggi, gw terpaksa pake tangga darurat buat menaklukkan jalan buntu tersebut. Gw harus naikin tangga yg terjal dulu agar bisa menerobos jalan buntu td. Menemukan jalan buntu bikin gw sakit jiwa dan raga. Namun, meski skarang gw dah punya tangga sebagai antisipasi, gw masih mrasa kesakitan yg diderita jiwa raga gw belom sembuh. Meski dalam diri gw timbul harapan baru dan semangat baru. Namun juga diselingi masalah baru dan keputus-asaan yg baru. Hidup memang slalu gag bisa ditebak. Yg bisa gw lakuin skarang hanyalah berjuang menaiki tangga, dengan harapan dibalik dinding jalan buntu tersebut gw bisa menemukan jalan yg benar. Meski jumlah anak tangganya tak terhingga, meski gw gag tau butuh waktu berapa lama untuk sampai di puncak tangga, dan meski ada bbrp anak tangga yg rapuh dan kalau gw gag hati2 menaikinya gw akan kembali jatuh kebawah dengan rasa sakit dan perasaan bingung saat memadang jalan buntu yg awal tadi. Andai saja gw punya palu yg besar, pasti gw akan membobol tembok buntu itu. tanpa harus pake tangga segala. Namun tuhan berkehendak lain. Gw harus berjuang lebih keras. Ya allah jika memang ini suratan Mu, bimbinglah aku slalu, sehingga aku bisa menjalani ini smua dg tabah dan menemukan sesuatu yg berarti bagi diri sendiri dan semua orang.
Minggu, 01 Mei 2011
Blog Pertama
Dan dengan mengucapkan bismillah saya mulai menulis di blog ini. Mudah2an ini bisa bermamfaat positif bagi saya dan kita semua.*bangga*
Amin.
Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)